Concept

Print Friendly



Omah Sinten designed as public spaces, places of business that integrates the cultural wisdom. Civilizations of the past comes back in the box to meet the tastes of contemporary society today.

Pawon (open kitchen), which serves cuisine that most of the revitalization of Mangkunegaran Palace’s traditional foods. Dishes and menus from the past.

***

OmahSinten dirancang sebagai ruang publik, tempat bisnis yang mengintegrasikan kearifan budaya lokal. Peradaban masa lalu hadir kembali dalam kemasan kekinian untuk memenuhi citarasa masyarakat sekarang.

Pawon (open kitchen) yang menyajikan menu masakan yang sebagian besar hasil revitalisasi makanan khas Istana Mangkunegaran, Solo. Dan menu-menu masakan tempo dulu.

Located in front of the Palace Mangkunegaran, Solo, adding historical value Omah Sinten. Joglo named Bale Mangundriyo, which was built in 1930 the Village of North Kalioso Solo area. All building materials Joglo using teak and brought intact from its original location, re-assembled and interpreted in the present context as well as its function as a restaurantand receiving area.

Aesthetic elements derived from traditional repertoire, and has historicalvalue, such  as Sukuh,  metallurgy Pande Keris. Kayon symbol macrocosm as the background water screen. Plows, corn, rice, as presentation of Dewi Sri, mythological goddess of plants and vegetation, highlighting rare plants, putri malu to a mojo tree. All arranged to give the atmosphere of the village in the middle of town.

***

Letak OmahSinten yang tepat berada di hadapan Istana Mangkunegaran, Solo, menambah nilai historis OmahSinten. Pendopo joglo yang diberi nama Bale Mangundriyo, yang dibangun tahun 1930 Desa Kalioso daerah Solo Utara. Semua material bangunan Joglo menggunakan kayu jati dan dibawa secara utuh dari tempat asalnya, dirangkai dan dimaknai kembali dalam konteks kekinian serta fungsinya sebagai resto dan area penerima.

Elemen estetis bersumber dari khasanah tradisi, dan memiliki nilai historis, seperti Candi Sukuh, metalurgi Pande Keris.Kayon symbol makrokosmos sebagai background water screen.Tangkai bajak, jagung, padi, presentasi mitologi Dewi Sri.Untuk tanaman dan vegetasi, menonjolkan tanaman langka, mulai putrid malu sampai pohon mojo. Semua tertata memberi suasana desa di tengah kota.

The presence of landscaping is styled with a traditional Javanese homegarden, surrounded by plants growing in the yard that used to house the Java community but are now rare, such as mlanding trees, medicinal plants and so on. With a background that accompany your java gising all day, making theexperience of visiting and staying at OmahSinten seemed to return to the pastin the township in Solo.

Wood building materials Omah Sinten is recycled wood, no cutting of trees /new timber.  Typical Tropical Javanese architecture. Exploring natural materials like stone, brick, part to strengthen the character.

***

Kehadiran lansekap yang ditata dengan pekarangan rumah tradisional Jawa, yang dikelilingi oleh tanaman-tanaman yang dulunya tumbuh di pekarangan rumah masyarakat Jawa namun saat ini sudah jarang ditemui, seperti pohon mlanding, tanaman obat dan sebagainya. Dengan latar belakang gending jawa yang menemani anda sepanjang hari, menjadikan pengalaman berkunjung dan menginap di OmahSinten serasa kembali ke masa lalu di perkampungan di Solo.

Material kayu bangunan OmahSinten adalah kayu daur-ulang, tidak menebang pohon / kayu baru. Arsitektur tipikal jawa tropis.Eksplorasi material alam seperti batu, bata, bagian untuk memperkuat karakter.

With Solo cultural hospitality and our expertise in service-class five-star hotel, we are ready to serve all visitors  enjoy  OmahSinten for menu offerings,events, or stay at Omah Sinten.

Visit and during your stay at Omah Sinten, will provide a different experiencefrom you come to move from  OmahSinten  environment.

***

Dengan keramahtamahan budaya Solo dan keahlian kami dalam pelayanan kelas hotel bintang lima, kami siap melayani semua pengunjung OmahSinten selama menikmati sajian menu, acara, atau menginap di OmahSinten.

Kunjungan dan selama anda menginap di OmahSinten, akan memberikan pengalaman berbeda mulai dari anda datang hingga beranjak dari lingkungan OmahSinten.


Javanese traditional flavors inherent in a robust environment, spatial planning, as well as dishes typical Mangkunegaran Palace. Invites you to experience something different in the middle of urban daily life.

With the revitalization of the concept of the foods the past (which has a history of good food and traditional food that has been rare), OmahSinten bringsexperience ”keplek physical defect” (indulge tongue), which became one of the culinary riches in Solo. Traditional menus like Garang Asem Bambung, ManukNom, Lemongrass spice Fried Chicken, and beverages such as Wedang Sereh, Sherbet.

***

Cita rasa tradisional Jawa melekat kuat dalam suasana lingkungan, penataan ruang, dan juga menu masakan khas Istana Mangkunegaran. Mengajak anda untuk merasakan sesuatu yang berbeda di tengah keseharian perkotaan.

Dengan mengusung konsep revitalisasi makanan-makanan tempo dulu (baik makanan yang memiliki sejarah maupun makanan tradisional yang sudah jarang ditemui), OmahSinten menghadirkan pengalaman “keplek ilat” (memanjakan lidah) yang menjadi salah satu kekayaan kuliner di Solo. Menu-menu tradisional seperti Garang Asem Bumbung, Manuk Nom, Ayam Goreng Sereh, serta minuman seperti Wedang Sereh, Serbat.