Pura Mangkunegaran

Posted by osadmin - March 10, 2012 - Culture, News, Solo, Visiting Objects - No Comments
mangkunegaran
Print Friendly

 

Mangkunegaran is a dynasty that originated from the Mataram dynasty. Forerunner of this dynasty was enthroned as the prince Sambernyawa Kanjeng Gusti Prince Arya Mangkunegara I.Istana Mangkunegaran Duke as a place of kings and political power control center was established after the Treaty was signed tanganinya Quezon City on March 17, 1757 in Quezon City.
Mangkunegaran position in the Java system and political structure occupies a privileged position since the founding of Mangkunegaran is the result of the struggle (Ricklefs, 1991). Prince Sambernyawa as embryo bakalnya has initiated a struggle since I was 16 years old when I call Mangkunegara memanggilnya.Keulungan struggle in the military is tested when Mangkunegara I had to face three joint forces comprising army troops; Netherlands, Pakubuwana III and Prince Mangkubumi.
In the political arena of the Palace of Java with its ruler Mangkunegara Mangkunegaran up with a rational reinforcement. Two other Javanese rulers of Surakarta and Yogyakarta palace built for the glory of power as the ruler of the path of strengthening the symbolic symbolic grandeur while Mangkunegaran build power by rational and aksi.Rasionalisasi power is evident in the reign of his predecessor Mangkunegara II who went on Mangkunegara I.
Rational development pursued for the sake of the kingdom and the power of that prosperity can be achieved kawulanya.Pembangunan flowing down to the powerful military and economy coincided with the work of literary works that until now remains actual and a reference for the Java community.

Mangkunegaran OmahSinten located right in front so if they are in very easy access OmahSinten be taken if you want to visit the temple Mangkunegaran. (Sp)

 

***

 

Mangkunegaran adalah suatu dinasti yang berasal dari dinasti Mataram. Cikal bakal dari dinasti ini adalah Pangeran Sambernyawa yang bertahta sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I.Istana Mangkunegaran sebagai tempat raja dan pusat pengendalian kekuasaan politik didirikan setelah ditanda tanganinya Perjanjian Salatiga pada tanggal 17 Maret 1757 di Salatiga.

Posisi Mangkunegaran dalam sistem dan struktur politik Jawa menempati kedudukan yang istimewa karena berdirinya Mangkunegaran merupakan hasil perjuangan (Ricklefs,1991).Pangeran Sambernyawa sebagai cikal bakalnya telah memulai perjuangan sejak berumur 16 tahun ketika panggilan perjuangan memanggilnya.Keulungan Mangkunegara I dalam kemiliteran sangat teruji ketika Mangkunegara I harus menghadapi 3 kekuatan gabungan yang terdiri dari pasukan pasukan; Belanda, Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi

Dalam kancah politik Jawa Istana Mangkunegaran dengan penguasanya Mangkunegara tampil dengan penguatan yang bersifat rasional. Dua penguasa Jawa lainnya di istana Surakarta dan Yogyakarta membangun kekuasaan untuk keagungan sebagai penguasa menempuh jalan penguatan simbolik simbolik sedangkan Mangkunegaran membangun kemegahan kekuasaan dengan jalan rasional dan aksi.Rasionalisasi kekuasaan ini tampak dalam masa pemerintahan Mangkunegara II yang melanjutkan pendahulunya Mangkunegara I.
Pembangunan rasional ditempuh untuk kepentingan dan kekuatan kerajaan sehingga kemakmuran yang dicapai bisa mengalir kebawah kepada kawulanya.Pembangunan militer yang kuat dan ekonomi beriring dengan karya karya sastera yang sampai sekarang tetap aktual dan menjadi rujukan bagi masyarakat Jawa.

Mangkunegaran terletak tepat di depan OmahSinten sehingga apabila berada di OmahSinten akan sangat mudah akses yang ditempuh bila ingin berkunjung ke Pura Mangkunegaran.(sp)

Comments

Powered by Facebook Comments