Keraton Surakarta Hadiningrat

Posted by osadmin - March 10, 2012 - Culture, News, Solo, Visiting Objects - No Comments
sejarah-kasunanan
Print Friendly

Surakarta or in full in the Java language called Surakarta Sultanate Palace is a palace of Surakarta Kasunanan. This palace was founded by His Majesty Pakubuwono II (PB II Sunan) in 1744 as a replacement for the Palace / Palace Kartasura who ravaged by Geger Chinatown 1743. Last palace of Mataram kingdom was established in the village of Sala (Solo), a small harbor on the west bank of Bengawan (river) Concrete / Sala. After the official palace of the kingdom of Mataram was completed, the village name was changed to Surakarta Sultanate. The palace is also a silent witness to the kingdom of Mataram by the transfer of sovereignty in Sunan PB II to the VOC in 1749. After Giyanti Agreement in 1755, the palace was later used as an official palace for Kasunanan Surakarta.

To go to the palace of the Surakarta if telbebih OmahSinten can run up in advance by Ngarsopuro Slamet Riyadi followed by a ride to the Batik Solo Trans Gladag followed by a rickshaw ride to the Kraton Surakarta.

 

***

 

Keraton Surakarta atau lengkapnya dalam bahasa Jawa disebut Karaton Surakarta Hadiningrat adalah istana Kasunanan Surakarta. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwono II (Sunan PB II) pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan 1743. Istana terakhir Kerajaan Mataram didirikan di desa Sala (Solo), sebuah pelabuhan kecil di tepi barat Bengawan (sungai) Beton/Sala. Setelah resmi istana Kerajaan Mataram selesai dibangun, nama desa itu diubah menjadi Surakarta Hadiningrat. Istana ini pula menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kerajaan Mataram oleh Sunan PB II kepada VOC pada tahun 1749. Setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755, keraton ini kemudian dijadikan istana resmi bagi Kasunanan Surakarta.

Untuk menuju ke Keraton Surakarta apabila dari OmahSinten dapat berjalan telbebih dahulu melalui Ngarsopuro sampai di Slamet Riyadi kemudian dilanjutkan dengan naik Batik Solo Trans sampai di Gladag dilanjutkan dengan naik becak ke Keraton Surakarta.(sp)

 

Comments

Powered by Facebook Comments