Batik dan Kebudayaan

Posted by osadmin - January 30, 2012 - Culture, News - No Comments
Print Friendly

Indonesia is rich in culture. Batik is only one of the many cultures that exist in Indonesia. Batik Indonesia rnerupakan the original culture passed down from generation to generation in a very elegant, taught and used as a measure of maturity.
Batik as part of the culture is not only used to train the skills of painting and decoration, but also fraught with ethical and aesthetic education for women of old. Batik also mark important events in human life, especially in Java. For example, Sido mukti batik style suitable for wedding ceremonies. Surely this is not just worn, but are used to convey certain purposes symbolically melafui batik motifs.
Indonesian culture has always experienced change and development from time to time. Culture is very dynamic and keep abreast of their owners. To understand the culture, we must also understand the meaning, values, symbols, and references used by community supporters. The values ​​associated with something that is considered valuable and symbols usually have certain functions that are closely related to community identity.
In general, cultures containing two abilities at once, namely the ability to preserve and ability to develop. The ability to maintain sustainable, while others pulled the power to develop more advanced. These capabilities will greatly depend on the level of cultural resilience of its people. The lower the resilience of the community’s culture, the stronger the influence of foreign cultures and even eliminate it gradually.
The process of contiguity with the local cultural traditions of the world’s great cultural diversity has given rise to the archipelago, as well as occurring in batik. Cross each other’s culture has made a dynamic change in the tradition of batik archipelago. Batik in Indonesia has undergone such changes giving rise to various forms of creative and highly original style that Indonesia, as if no other underlying cultural motifs and these motifs.
Various types of batik in Indonesia is influenced by India, Europe, Asia, and various forms of character clothing traditions in the world has become manifest itself. They have responded creatively to the challenges of global culture, so it is not forced drowning in large cultures.
Art of batik in Indonesia is not only “the art of the beautiful views” but also “an art that can be used”. The art of batik has grown so rapidly that not only the characteristics of beauty, but it has become something useful and very easy to be taken into account the sale value based purchasing beauty and usefulness.
The diversity of style, color, until the aesthetics that make batik in each region not only a visual identity of the diversity of artistic batik itself, but also can be viewed as the identification of characters that shape culture. In addition, there is also philosophy, history, and other values.
Culture that developed in one country will further encourage its citizens to continue to move creatively. With creativity, it is expected batik Indonesia will further demonstrate his true identity as one of the cultural heritage of Indonesia who have traits, characters, colors, patterns, and motifs typical of Indonesia.

By Batik Solo | Published: October 25, 2011

 

***

 

Indonesia sangatlah kaya akan kebudayaan. Batik hanya salah satu dari sekian banyak kebudayaan yang ada di Indonesia. Batik rnerupakan bagian kebudayaan asli Indonesia yang diturunkan dari generasi ke generasi dengan cara yang sangat elegan, diajarkan dan dijadikan tolok ukur kedewasaan seseorang.

Batik sebagai bagian dari kebudayaan bukan hanya digunakan untuk melatih keterampilan lukis dan sungging, tetapi juga penuh dengan pendidikan etika dan estetika bagi perempuan zaman dulu. Batik juga ikut menandai peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia, terutama di Jawa. Misalnya, batik corak sido mukti cocok digunakan untuk upacara pernikahan. Tentunya ini bukan sekedar dipakai, tetapi digunakan untuk menyampaikan maksud-maksud tertentu secara simbolis melafui motif-motif batik.

Kebudayaan Indonesia selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari masa ke masa. Kebudayaan bersifat sangat dinamis dan mengikuti perkembangan pemiliknya. Untuk memahami kebudayaan, kita juga harus memahami makna, nilai, simbol, dan acuan yang digunakan oleh komunitas pendukungnya. Nilai-nilai yang berkaitan dengan sesuatu yang dianggap berharga dan simbol biasanya memiliki fungsi tertentu yang erat berkaitan dengan identitas komunitas.

Pada umumnya, kebudayaan mengandung dua kemampuan sekaligus, yaitu kemampuan untuk melestarikan dan kemampuan untuk mengembangkan. Satu kemampuan mempertahankannya agar lestari, sementara daya yang lain menariknya untuk berkembang lebih maju. Kemampuan tersebut akan sangat bergantung pada tingkat ketahanan budaya masyarakatnya. Semakin rendah ketahanan budaya masyarakat, semakin kuat budaya luar memengaruhi dan bahkan menghilangkannya secara perlahan-lahan.

Proses persentuhan budaya lokal dengan tradisi-tradisi besar di dunia telah melahirkan keragaman budaya Nusantara, demikian pula yang terjadi pada batik. Saling silang budaya itu telah membuat perubahan yang dinamis dalam tradisi batik Nusantara. Batik di Indonesia telah mengalami perubahan yang demikian kreatif sehingga memunculkan berbagai bentuk dan corak yang sangat asli Indonesia, seolah-olah tidak ada kebudayaan lain yang melatari corak-corak dan motif-motif tersebut.

Berbagai jenis batik di Indonesia yang dipengaruhi oleh India, Eropa, Asia, dan berbagai bentuk karakter busana tradisi-tradisi besar di dunia telah mengejawantah menjadi dirinya sendiri. Mereka telah menjawab tantangan budaya global secara kreatif, sehingga tidak terdesak tenggelam di dalam kebudayaan-kebudayaan besar tersebut.

Seni batik di Indonesia bukan hanya “seni yang indah dilihat” tetapi juga “seni yang dapat dipakai”. Seni batik telah berkembang sedemikian pesat sehingga tidak hanya menjadi karakteristik keindahan, tetapi telah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dengan sangat mudah dapat diperhitungkan nilai jual belinya berdasarkan keindahan dan kegunaannya.

Keragaman corak, warna, hingga estetika yang membentuk batik pada masing-masing daerah bukan saja merupakan identitas visual artistik dari keragaman batik itu sendiri, tetapi sekaligus dapat dilihat sebagai identifikasi karakter budaya yang membentuknya. Selain itu, ada pula filosofi, sejarah, dan nilai lainnya.

Kebudayaan yang maju di suatu negara akan semakin mendorong masyarakatnya untuk terus bergerak kreatif. Dengan kekreatifan itu, diharapkan batik Indonesia akan semakin menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang memiliki ciri, karakter, warna, corak, dan motif yang khas Indonesia.

By Batik Solo | Published: October 25, 2011

Comments

Powered by Facebook Comments